1. Orang Wirausaha Adalah Orang Kreatif
Apa kata Zimmerer tentang Entrepreneur- Entrepreneurs are an amazing group of people
- They are a constant source of creative ideas and innovations
- They are an important source of fuel for our economy's growth
- Entrepreneurs are action-oriented
- Entrepreneurs are not bashful, they have big dreams,
- The big dreams are an important source of motivation and vision.
Ungkapan diatas menyatakan bahwa Entrepreneur merupakan suatu kelompok orang yang mengagumkan, manusia kreatif dan inovatif. Mereka merupakan bahan bakar pertumbuhan ekonomi masyarakat, karena ia memiliki kemampuan berfikir dan bertindak prroduktif. Pertumbuhan wirausaha berkolerasi tinggi terhadap pertumbuhan ekonomi, karena lapangan kerja akan terbuka, pendapatan masyarakat meningkat, daya beli bertambah, barang dan jasa yang dihasilkan dunia industri akan laku terjual roda ekonomi akan berputar. Entrepreneur selalu berorientasi pada action, tidak senang berteori, tapi lebih praktis, banyak bekerja dari pada bicara. Entrepreneur tidak malu mengungkapkan mimpinya, dan mimpi besarnya itu merupakan sumber energi untuk membangkitkan motivasi dan visi nya. Kadang-kadang seorang entrepreneur suka membuat ide gila, tetapi bisa menjadi kenyataan, berkat kegigihannya memperjuangkan ide tersebut.
Perbedaan antara entrepreneur dengan sang pemimpi sangat tipis, keduanya sama-sama menginginkan sesuatu, tetapi pemimpi berhenti hanya sebatas angan-angan, dan melamun. Sedangkan wirausaha berjuang mewujudkan mimpinya menjadi kenyataan (SWA, Des.06-Jan.07).
Modal utama wirausaha adalah kreativitas, keuletan, semangat pantang menyerah. Semangat pantang menyerah ini memandang kegagalan hanyalah keberhasilan yang tertunda, meski terantuk dan jatuh, mereka akan bangkit kembali dengan gagah, mereka tahan banting. Wirausaha yang kreatif, tak akan habis akal bila mendapat tantangan, mereka akan mengubahnya menjadi peluang. Wirausaha sejati bukan spekulan, tapi seorang yang memiliki perhitungan cermat, mempertimbangkan segala fakta, informasi, dan data, ia mampu memadukan apa yang ada di dalam hati, fikiran dalam kalkulasi bisnis.
2. Sifat Keorisinilan Seorang Wirausaha
Sifat keorisinalan wirausaha menuntut adanya kretivitas dalam pelaksanaan tugasnya. Apa yang dikatakan kreatif? Carol Kinsey Goman menulis :Beberapa tahun silam, dalam kolom percaya atau tidak dari koran Ripley, muncul pertanyaan ; Selembar lempengan baja harganya 5 dolar. Jika baja ini dibuat sepatu kuda, harganya meningkat menjadi 10 dolar. Jika baja ini dibuat jarum jahit harganya akan menjadi 3.285 dolar, dan jika dibuat per arloji maka nilainya akan meningkat menjadi 250.000 dolar. Perbedaan harga 5 dolar dan 250.000 dolar terletak pada kretivitas. Jadi kreativitas ialah menghadirkan sutu gagasan baru bagi anda. Inovasi ialah penerapan secara praktis gagasan yang kretif. (Carol Kinsey Goman, 1991:2).
Conny Semiawan (1984:8) menyatakan : Kreativitas diartikan sebagai kemampuan untuk menciptakan suatu produk baru. Produk baru artinya tidak perlu seluruhnya baru, tapi dapat merupakan bagian-bagian produk saja.
Jadi, kreativitas adalah kemampuan untuk membuat kombinasi baru atau melihat hubungan-hubungan baru antara unsur, data, variabel yang sudah ada sebelumnya.
Menurut Terman (Conny S., 1984:22) karakteristik anak berbakat intelektual antara lain unggul/menonjol dalam :
- kesiagaan mental
- kemampuan pengamatan (observasi)
- keinginan untuk belajar
- daya konsentrasi
- daya nalar
- kemampuan membaca
- ungkapan verbal
- kemampuan menulis, dan
- kemampuan mengajukan pertanyaan baik
di samping itu ia :
- menunjukan minat yang luas
- berambisi untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi
- mandiri dalam memberikan pertimbangan
- dapat memberi jawaban tepat dan langsung ke sasaran (to-the-point)
- mempunyai rasa humor yang tinggi
- melibatkan diri sepenuhnya dan ulet menghadapi tugas yang diminati.
Berdasarkan uraian diatas, definisi kreativitas dapat dibedakan ke dalam dimensi person, process, product, dan press (Dedi Supardi, 1994:7).
Berdasarkan analisis faktor, Guilford menemukan bahwa ada lima sifat yang m,enjadi ciri kemampuan berfikir kreatif, yaitu kelancaran (fluency), keluwesan (flexibility), keaslian (originality), penguraian (eleboration), dan perumusan kembali (redefinition). Kelancaran adalah kemampuan untuk menghasilkan banyak gagasan. Keluwesan adalah kemampuan untuk mengemukakan bermacam-macam pemecahan atau pendekatan terhadap masalah. Orisinalitas adalah kemampuan untuk mencetuskan gagasan dengan cara-cara yang asli, tidak klise. Elaborasi adalah kemampuan untuk menguaraikan sesuatu secara rinci. Redefinisi adalah kemampuan untuk meninjau suatu persoalan berdasarkan perspektif yang berbeda dengan apa yang sudah diketahui oleh banyak orang.
Masih banyak pula definisi kreativitas. Namun pada intinya ada persamaan antara definisi tersebut, yaitu kreativitas merupakan kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata, yang relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya. (Dedi Supardi, 1994:7)
3. Hubungan Kreativitas dengan Intelegensi
Kreativitas dengan intelegensi mempunyai perbedaan. Orang yang kreatif belum tentu intelegensinya tinggi, dan sebaliknya. Para peneliti membuat empat variasi hubungan kreativitas dengan intelegensi, yaitu :1. Kreativitas rendah, intelegensi rendah
2. Kreativitas tinggi, intelegensi tinggi
3. Kreativitas rendah, intelegensi tinggi
4. Kreativitas tinggi, intelegensi rendah
Bagi kalangan wirausaha, tingkat kreativitas ini akan sangat menunjang kemajuan bisnisnya. Fenomena ini dapat dilihat pada masyarakat Jepang. Orang Jepang sangat terkenal dengan keuletan mereka, sehingga mereka mengalami kemajuan luar biasa setelah perang dunia ke II. Apa yang sebenarnya menjadi rahasia orang jepang tersebut? Bila kreativitas diartikan sebagai kemampuan untuk menciptakan kombinasi-kombinasi baru dari hal-hal yang sudah ada, sehingga menghasilkan sesuatu yang baru, maka orang Jepang ahlinya. Juga kemampuan memberi makna terhadap sesuatu yang kurang berarti sehingga menjadi lebih berarti.
Menurut David Wechster (1986). Definisinya mengenai intelegensi mula-mula sebagai kapasitas untuk mengerti ungkapan dan kemauan akal budi untuk mengatasi tantangan-tantangannya. Namun di lain kesempatan ia mengatakan bahwa intelegensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah, berfikir secara rasional dan menghadapi lingkungannya secara efektif.
William Stern mengemukakan batasan sebagai berikut: intelegensi ialah kesanggupan untuk menyesuaikan diri kepada kebutuhan baru, dengan menggunakan alat-alat berfikir yang sesuai dengan tujuannya. William Stern berpendapat bahwa intelegensi sebagian besar tergantung dengan dasar dan turunan, pendidikan atau lingkungan tidak begitu berpengaruh kepada intelegensi seseorang.
Dari batasan yang dikemukakan di atas, dapat kita ketahui bahwa:
a. Intelegensi itu ialah faktor total berbagai macam daya jiwa erat bersangkutan di dalamnya (ingatan, fantasi, penasaran, perhatian, minat dan sebagainya juga mempengaruhi intelegensi seseorang).
b. Kita hanya dapat mengetahui intelegensi dari tingkah laku atau perbuatannya yang tampak. Intelegensi hanya dapat kita ketahui dengan cara tidak langsung melalui “kelakuan intelegensinya”.
c. Bagi suatu perbuatan intelegensi bukan hanya kemapuan yang dibawa sejak lahir saja, yang penting faktor-faktor lingkungan dan pendidikan pun memegang peranan.
d. Bahwa manusia itu dalam kehidupannya senantiasa dapat menentukan tujuan-tujuan yang baru, dapat memikirkan dan menggunakan cara-cara untuk mewujudkan dan mencapai tujuan itu.
Ciri-ciri intelegensi yaitu :
1. Intelegensi merupakan suatu kemampuan mental yang melibatkan proses berfikir secara rasional (intelegensi dapat diamati secara langsung).
2. Intelegensi tercermin dari tindakan yang terarah pada penyesuaian diri terhadap lingkungan dan pemecahan masalah yang timbul daripadanya.
4. Rahasia Keberhasilan Seorang Wirausahawan
Sebetulnya tak ada rahasia, yang terpenting adalah kemampuan pengusaha untuk lebih kreatif dan memanfaatkan inovasi dalam kegiatan bisnisnya sehari-hari. Zimmerer menyatakan bahwa : Creativity is the ability to develop new ideas and to discover new ways of looking at problems and opportunities. Kreativitas adalah kemampuan untuk mengembangkan ide baru dan menemukan cara baru dalam melihat peluang ataupun problem yang dihadapi.Innovations is the ability to apply creative solutions to those problems and opportunities to enhance or to enrich people's lives. Inovasi adalah kemampuan untuk menggunakan solusi kreatif dalam mengisi peluang sehingga membawa manfaat dalam kehidupan masyarakat.
Kreativitas dan inovasi menyangkut sesuatu hal baru atau barang baru atau bisa juga barang lama yang diperbaharui.
Seorang pengusaha akan berhasil apabila selalu kreatif, dan menggunakan hasil kreativitas itu dalam kegiatan usahanya. Kreativitas akan berarti jika ia digunakan, jika tidak digunakan maka kreativitas itu tak ada nilainya. Perhatikanlah bagaimana para pengusaha menciptakan segala sesuatu yang baru baik pengusaha industri mobil, maupun pada perusahaan lain seperti usaha makanan, ada minuman teh botol, teh kotak, teh celup, dsb.
Sekarang dapat disimpulkan bahwa kreativitas adalah kemampuan untuk memikirkan sesuatu yang baru dan berbeda, sedangkan inovasi merupakan kemampuan untuk melakukan, mengaplikasikan sesuatu yang baru dan berbeda. Sseuatu yang baru dan berbeda dapat dalam bentuk hasil seperti pada barang dan jasa, bisa dalam bentuk proses, ide, metode. Kegiatan ini menimbulkan value added, dan merupakan keunggulan yang berharga.
Sumber : Buchari Alma. (2011). Kewirausahaan. Penertbit CV Alfabeta, Bandung.
Komentar
Posting Komentar